Langsung ke konten utama

Postingan

IBU, ISTRI DAN AKU

“Setelah menjadi Ibu, beberapa hal menjadi kelabu untuk terlihat. Adakalanya tak tampak sama sekali. Kehidupan orang lain terkadang kujadikan alasan untuk ‘mengasihani diriku’. Mereka memiliki kehidupan luar yang terlihat jauh lebih bervariatif. Aku seringkali merasa frustasi dengan emosi yang mudah sekali berubah. Tak jarang pula, aku merasa sendiri di tengah ramainya manusia, ditengah rutinitas sehari-hari dengan pemandangan lalu lalang manusia. Aku merasa kehidupan ini semakin monoton. Tapi…disaat yang sama, ada jiwa jauh dibawah sana meronta untuk segera lets get over with this and do different !”   PROLOG Perbedaan antara sebelum dan setelah menikah bagi perempuan, sangat jauh sekali. Terlihat kontras jika ingin diumpamakan dengan warna. Sebut saja bagai merah dan kuning. Berbeda bukan? Yang dulunya sendiri, menjadi berbagi peran dan tanggungjawab. Yang sebelumnya bisa memilih untuk dirinya sendiri menjadi penuh pertimbangan dari berbagai sudut pandang. Yang dulunya mungkin bi...

A Learner

  “Parenting - the raising of childern and all the responsibilities and activities that are involved in it  - ( Cambridge dictionary )” Ada satu dari tiga definisi parenting yang kusuka berdasarkan Meriem Webster yaitu the act or process of becoming a parent . Proses kehamilan dan persalinan bisa menjadi gerbang awal untuk mendalami kembali ilmu parenting, yang mungkin untuk beberapa orang telah mendalaminya jauh sebelum kehamilan itu terjadi. Proses ini dimulai ketika aku berkeinginan untuk menikah. Iseng iseng buka sosmed tentang pernikahan, komunikasi dalam keluarga, hubungan orang tua dan anak, do and don’t dalam pendidikan anak, dsb. Pun ketika sudah menikah dan diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang Ibu. Kala itu, aku masih bolak balik wisma atlit. Sebelum menikah, aku full menginap disana. Setelah ada paksu, aku jadi PP Wisma-Bekasi. Suatu malam, saat kami memutuskan untuk menginap di Wisma, aku ingin sekali makan kwetiau, tidak mau makan yang lain. Ditamba...

Setelah Halal

"Usia pernikahanku menginjak 8 bulan. Cukup banyak cerita yang terekam dalam memori, kalaulah pengalaman itu bisa diulang atau dihentikan dengan mudah, rasanya aku ingin kembali melompat ke hal-hal yang menyenangkan saja. Tak usahlah cerita kesedihan itu diungkit kembali. Namun, hakikat sebuah perjalanan, semua hal, menyenangkan pun buruk adalah guru terbaik sepanjang masa." THE TRIGGER Mengingat bagaimana proses aku menikah dulu, rasanya tidak pernah menyangka. Cepat dan tanpa hambatan. Allah memudahkan semuanya. MasyaAllah. Memang untuk memulai atau meniatkan untuk setidaknya mempersiapkan menikah bukanlah hal ujug ujug bisa diputuskan dengan mudah. Kala itu, aku mulai mempertimbangkan ketika aku berada di tahun ke-4 perkuliahan. Sebatas, aku butuh teman hidup untuk diajak berdiskusi bersama. Usia nanggung antara remaja tua menuju dewasa. Aku adalah anak tunggal dan… bukan sesuatu hal yang bisa dijadikan suatu kelebihan. Beberapa teman mengatakan, “enaknya jadi anak tun...

Tertampar

Enak gak sih punya banyak ilmu? Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatifnya. Bagi gue sama halnya dengan ilmu. Gak punya ilmu akan jauh lebih banyak dampak negatifnya dibandingkan positif. Bahkan gak akan ada positifnya sama sekali. Bagaimana halnya dengan yang punya banyak ilmu, sudah pasti akan jauh lebih berdampak positif dibandingkan dengan negatif. Yang saat ini sedang menjadi pikiran buat gue adalah, semakin gue tau banyak ilmu (atau pengetahuan, apapun pengetahuan itu, agama dan pengetahuan umum) maka semakin gue punya barrier terhadap segala sesuatu. Yang dulu, karena gue gaktau, gue gak akan merasa bersalah karena sudah melakukannya. Sekarang karena sudah tau bahwa hal itu tidak baik, maka saat melakukannya gue akan berpikir dua kali bahkan berkali kali dan amat sangat merasa bersalah setelah melakukan (kembali). Sempat terbersit pikiran, ' udah ah gue gamau tau banyak, perihal apapun itu'. Wuih apatis gak tuh? Semakin tau banyak, gue jadi gak bisa ng...

Some of My Books or Writing Stuff

Book stuff? what the??! Assalamu'alaikum  Finally, im back to blogging. Book stuff kali ini sebenernya mau sharing terkait buku apa sih yang kusuka, genre, penulis yang disukai, and yeah i still dont know yet, so lets just start it! Sejak SD, aku mencintai dunia pernovelan. Buku yang kuminati adalah jenis novel. KKPK. Gak banyak sih yang kupunya. Tapi it is some of inspires me to write a same thing. Dengan bahasa yang gak jauh beda dengan penulis KKPK. Dengan imajinasi yang masih terbatas dengan pembahasaan KKPK-yang juga penulisnya masih seumuran.  Menulislah 3 sampai 4 bab. Kemudian ganti bahan bacaan, maka berganti pula judul buku yang kutulis. Dulu karakter novel KKPK adalah deskripsi. Mendeskripsikan baju yang sedang dipakai, atau jika bertemakan memasak, maka mendeskripsikan bahan dan cara pembuatan, atau mendeskripsikan siapa tokoh yang sedang diperankan. Dengan font tulisan yang besar besar. Bila diibaratkan dengan menulis skripsi, satu halaman sk...

Dua Insan Bersatu

Menjadi wanita adalah suatu anugrah tersendiri bagi saya. Pun ketika terlahir ke dunia. Mengalahkan beribu telur, hingga akhirnya menjadi pemenang. Kehidupan akan terus mengalir. Bayi tumbuh menjadi balita. Kemudian memasuki masa kanak-kanak, beralih menjadi remaja dan memasuki tahap dewasa. Dalam setiap perkembangannya, tentu ada nilai nilai yang harus dipegang. Seiring dengan berjalannya waktu, wanita merupakan kunci penting bagi perkembangan generasi selanjutnya. Sehingga persiapan persiapan menuju seorang ibu menjadi penting. Ibu, bagi saya, tidak hanya sekedar mengurus rumah tangga, mencuci piring, melayani suami, namun hal penting yang harus menjadi fokus adalah memperhatikan tumbuh kembang anak. Memiliki keluarga, bukan hanya tentang 1 orang baru dalam kehidupan, namun keluarga di belakangnya pun akan menjadi fokus pasangan setelah menikah. Maka ketika menikah, bukan hanya romantisme semata. Maka akhlak dan agama menjadi prioritas dalam menjalin hubungan. ...

Penyempurna Ibadah

Hal yang terlihat secara nyata oleh orang lain adalah Akhlaq, perilaku, perbuatan, juga perkataan. Tak akan sempurna ibadah seseorang, bila saja perilakunya masih buruk. Perilaku/ akhlaq dapat dikatakan sebagai ekspresi seseorang yang menggambarkan jiwa/ hati Ketika para Nabi/ Rasul menyeru kepada ummatnya, yang membuat mereka percaya, adalah karena akhlaq mereka yang baik. Pun nanti ketika amalan kita ditimbang, maka amalan yang paling berat bobotnya adalah : 1. Ketaqwaan kepada Allah SWT 2. Akhlaq yang baik.  Maka, sudah sepantasnya kita bersih hati, bersih perilaku, dan bersih fisik.